Berita Bethel
Penulis: Pram (08/07/2021)

Anak-Anak Berjalan di Jalan Tuhan

Warisan terbesar dari seorang ayah adalah anak-anak berjalan di jalan Tuhan [I Tawarikh 28:9 Dan engkau, anakku Salomo, kenallah Allahnya ayahmu dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan dengan rela hati, sebab TUHAN menyelidiki segala hati dan mengerti segala niat dan cita-cita. Jika engkau mencari Dia, maka Ia berkenan ditemui olehmu, tetapi jika engkau meninggalkan Dia maka Ia akan membuang engkau untuk selamanya] dan para ayah mewakili Tuhan untuk anak-anaknya [Mal 4:6 Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah]. 

Nara sumber ialah Pdt. Dwidjo Saputro selaku Founder BSK pada sesi pembukaan Konferensi Bapa Sepanjang Kehidupan dengan tema L E G A C Y [Rabu, 30/6] melalui Zoom.

Meskipun demikian, Pdt. Dwidjo Saputro mencatat beberapa kesalahan para ayah yaitu : 1. Tidak memberikan warisan [rohani] berharga. 2. Menjadi penyembah-penyembah yang salah. 3. Menyembah kepada ilah lain sehingga menghasilkan kutuk.   

Nara sumber kemudian mengutip pandangan CS Lewis tentang kuasa seorang ayah, Mc Donald tentang menjadi seorang ayah harus menjadi inti dari semesta dan pandangan Ken Can Field yang menyatakan ada kekuatan kasih, mencintai,mengenali dan mempengaruhi anak-anak kita untuk hidup dengan kebaikan.   

Masih banyaknya laik-laki yang tidak hadir dan berfungsi dalam suatu keluarga sebagai bapa [ayah] merupakah salah satu latar belakang pendirian BSK [Bapa Sepanjang Kehidupan]. Lebih lanjut, BSK menjadi suatu kegerakan yang mengajak setiap laki-laki untuk memenuhi panggilan utama untuk menjadi seorang bapa bagi keluarga.