Berita Bethel
Penulis: Pram (18/07/2021)

Apa Itu Vaksinasi Covid-19 ?

Coronavirus Disease  2019 (COVID-19) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Coronavirus jenis baru. Perbedaan penyebaran melalui droplet dan udara. Penyebaran melalui droplet : Saat cipratan air liur  atau lendir dari batuk dan bersin masuk ke tubuh orang lain melalui mata,hidung, atau mulut. Hal ini disampaikan oleh Dr. Yunita R.M. Berliana S, M.K.K, Sp.Ok dengan tema Vaksinasi Covid-19.

Ia adalah nara sumber pertama pada acara Webinar PDGBI [Persekutuan Dokter Gereja Bethel Indonesia] "Trending Topic di Seputar Covid-19 Pada Adopsi Kebiasaan Baru" [Jumat, 16/07] melalui Zoom.  Lebih lanjut, nara sumber memaparkan perihal sarana penyebaran Covid-19 yaitu melalui udara, partikel  menyebar di  udara dalam waktu lebih lama,bisa bergerak lebih jauh, dan dapat terhirup oleh orang  lain.     

Selain itu, penyebaran bisa juga melalui kegiatan-kegiatan seperti acara kumpul-kumpul, keluar dengan teman yang tidak serumah, olah-raga bersama  teman yang tidak serumah, tetangga. Berikutnya acara arisan, foto bersama tanpa masker, asisten rumah tangga yang pulang-pergi, memanggil jasa servis ke rumah, tempat ibadah umum, belanja ke pasar, tukang sayur, minimarket, bermain dengan teman-teman. 

Ditinjau dari istilah Covid-19, WHO lakukan perubahan nama nama varian baru Covid-19 dengan tujuan untuk menghindari stigma : 1. B 117 asal Inggris [Alpha]. 2. B 1351 asal Afrika Selatan [Beta]. 3. P 1 asal Brazil [Gamma]. 4. B 1617 terdiri dari dua yakni B 16172 [Delta] dan B 16171 [Kappa].

Menurutnya, SARS-CoV-2 ini sangat mudah mengalami mutasi perubahan genetik, Mutasi pada virus adalah kejadian normal variasi baru. Virus masuk  ke dalam tubuh manusia Merusak sel-sel dalam tubuh. Replikasi virus di hambat oleh sistim kekebalan tubuh manusia. 

Virus bermutasi untuk dapat bertahan hidup dan mengelabui sistim kekebalan tubuh inangnya.  Mutasi juga membuat virus semakin kuat dan lebih mudah berkembang  biak. Semakin banyak infeksi pada populasi mutasi virus semakin meningkat. Perubahan genetik virus memiliki efek yang berbeda terhadap tubuh manusia. 

Soal imunisasi dan imunitas, nara sumber menjelaskan secara ringkas perbedaan keduanya. Imunisasi universal sangat penting, tidak hanya agar orang tidak sakit, yang lebih penting lagi agar orang tidak menjadi reservoir mutase masif. Imunitas adalah kemampuan kekebalan tubuh melawan suatu penyakit.Dengan imunisasi akan terbentuk imunitas,dan akhirnya masyarakat bisa terlindungi dari penyakit menular.

Sementara itu, vaksin adalah produk biologi yang berisi antigen berupa mikroorganisme atau bagiannya  atau zat yang dihasilkannya yang telah diolah sedemikian rupa sehingga aman, yang apabila diberikan kepada seseorang akan menimbulkan kekebalan spesifik secara aktif terhadap penyakit tertentu.

Vaksinasi adalah proses di dalam tubuh, dimana seseorang menjadi kebal atau terlindungi dari suatu penyakit sehingga apabila suatu saat terpajan dengan penyakit tersebutmaka tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan, biasanya dengan pemberian vaksin.

4 kandungan utama dalam vaksin : 1. Antigen [virus/bakteri yang sudah dibunuh/dilemahkan untuk melatih tubuh mengenali daqn melawan penyakit jika terkena pada masa depan]. 2. Adjuvent [Substansi pembantu yang memperkuat respons imun terhadap antigen. 3. Stabilisator [Untuk melindungi vaksin selama penyimpanan dan pada saat kegiatan distribusi. 4. Pengawet [Untuk memastikan vaksin tetap efektif].

Efikasi adalah penurunan insiden penyakit pada kelompok yang divaksinasi dibanding dengan kelompok yang tidak divaksinasi pada kondisi optimal [uji klinik]. Efektivitas vaksin adalah kemampuan  vaksin dalam mencegah penyakit  yang sesuai pada populasi dunia nyata. 

Sesi akhir, nara sumber menjelaskan soal Vaksin Merah Putih. Vaksin ini adalah vaksin  Covid-19 yang menggunakan isolat virus  yang memang bertransmisi di Indonesia.Motto  Vaksin Merah-Putih : Virus berasal dari Indonesia, dikembangkan  oleh peneliti Indonesia, diproduksi oleh produsen vaksin di Indonesia, dipersembahkan untuk masyarakat Indonesia. Ia mengutip nats Kolose 2:3 sebagai penutup presentasinya.